Loading...

Kunjungan Ma’had UIN Surakarta ke Jakarta: Jalin Silaturahmi dan Bahas Tata Kelola Lembaga

Diterbitkan pada
12 Desember 2025 15:57 WIB

Baca

Jakarta, — Rabu, 11 Desember 2025

Delegasi Ma’had Al-Jami’ah UIN Raden Mas Said Surakarta yang dipimpin oleh Mudir KH. Ahmad Hafidh M.Ag. melakukan kunjungan kerja dan silaturahmi ke Ma’had Al-Jami’ah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, di mana mereka diterima oleh Mudir Dr. KH. Nurul Irfan M.Ag. beserta jajaran staf dan pengasuh mabna (asrama).

Kunjungan ini dilatarbelakangi upaya Ma’had UIN Surakarta untuk meningkatkan mutu kelembagaan dan pengembangan kesantrian, setelah menjadi salah satu Ma’had pilihan utama di kawasan UIN Surakarta.

Profil Singkat Ma’had UIN Jakarta
Ma’had Al-Jami’ah didirikan setelah perubahan IAIN menjadi UIN Syarif Hidayatullah pada tahun 2002, sebagai lembaga pendidikan nonformal yang bertugas mencetak mahasiswa-mahasiswi unggul, baik dari segi akhlak maupun akademik. Ma’had mendukung visi UIN Jakarta untuk menjadi pencetak kader ulama, ilmuwan, dan pemimpin umat dengan mengintegrasikan aspek keilmuan, keislaman, dan keindonesiaan.

 Struktur Kelembagaan dan Pengelolaan Ma'had
Dalam sambutannya, KH. Ahmad Hafidh memperkenalkan staf dan petugas fungsional yang dibawanya. Dan Dr. KH. Nurul Irfan kemudian menjelaskan struktur Ma’had UIN Jakarta yang mengelola enam asrama utama (mabna): Mabna Syekh Nawawi, Mabna Syekh Abdul Karim, Mabna Syarifah Muda’im, Mabna Syarifah Fatimah, Mabna Syarifah Khadijah, dan Mabna Sultan Hasanuddin. Ia menambahkan bahwa mudir berperan sebagai koordinator pengasuh dari seluruh asrama.

 Kurikulum Komprehensif dan Seleksi Santri
Sesi diskusi berlanjut dengan pembahasan tata kelola akademik, termasuk kurikulum dan seleksi santri.

Admisi dan Pembagian Kelas: Input santri diseleksi secara ketat melalui placement test daring yang menguji pemahaman keislaman dan dites langsung oleh mudabbir. Hasil tes ini menentukan pembagian kelas ke dalam tiga tingkatan: Ula, Wustha, dan Ulya.

Kurikulum Ma’had: Kurikulum yang diterapkan dibagi menjadi dua, yaitu Kurikulum Inti dan Kurikulum Tambahan.

Kurikulum Inti: Dilaksanakan pada malam hari melalui kegiatan Taklim Ma’had. Materi utamanya meliputi tiga bidang:

Bahasa Arab: Meliputi al-Insya’, al-Muthala’ah, an-Nahwu, dan al-Sharf.

Bahasa Inggris: Meliputi Reading Comprehension, Grammar, Listening, dan Speaking.

Studi Islam: Meliputi akidah, akhlak, tafsir, hadis, dan fikih.

Kurikulum Tambahan: Meliputi kegiatan morning activity (pembelajaran al-Qur’an, tahfiz, tahsin, tajwid), English and Arabic club, serta kegiatan pengembangan bakat dan minat (ekstrakurikuler) seperti klub angklung, debat bahasa, qira’atul kutub, menari, dan desain grafis.

Strategi pengajaran bahasa Arab/Inggris berfokus pada penguasaan TOEFL/TOAFL yang diintegrasikan dalam berbagai kegiatan seperti muhadarah, penyebaran kosakata baru, muhadatsah, dan pelatihan bahasa.

Pertemuan ini diharapkan dapat memperkuat kerja sama antara kedua Ma’had untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola kelembagaan dan pendidikan di lingkungan perguruan tinggi Islam.